Pelaksanaan Try Out LPUK Berbasis CBT di Poltekkes Kemenkes Palembang Kampus Lubuklinggau Diikuti 97 Peserta
Lubuklinggau, 6 Juni 2026 – Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palembang Kampus Lubuklinggau sukses melaksanakan kegiatan Try Out Lembaga Pengembangan Uji Kompetensi (LPUK) berbasis Computer Based Test (CBT) pada Sabtu, 6 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 97 peserta yang terdiri dari mahasiswa tingkat akhir sebagai persiapan menghadapi Uji Kompetensi Nasional. Program Studi Keperawatan Kampus Lubuklinggau merupakan salah satu bagian dari Poltekkes Kemenkes Palembang yang berkomitmen meningkatkan kualitas dan kompetensi lulusan di bidang kesehatan.
Pelaksanaan try out berlangsung secara tertib dan lancar dengan memanfaatkan sistem CBT yang memungkinkan peserta mengerjakan soal secara digital, menyerupai mekanisme ujian kompetensi yang sesungguhnya. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pengalaman nyata dalam menghadapi ujian berbasis komputer, sekaligus mengukur kesiapan akademik dan kemampuan dalam menjawab soal-soal kompetensi keperawatan.
Ketua pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa try out LPUK merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan kesiapan mahasiswa sebelum mengikuti Uji Kompetensi Nasional. Selain sebagai sarana evaluasi kemampuan, hasil try out juga dapat menjadi bahan refleksi bagi peserta untuk memperbaiki kelemahan dan meningkatkan pemahaman materi yang masih kurang dikuasai.
Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Dengan jumlah peserta yang mencapai 97 orang, pelaksanaan try out ini menjadi bukti komitmen Poltekkes Kemenkes Palembang Kampus Lubuklinggau dalam mempersiapkan lulusan yang kompeten, profesional, dan siap bersaing di dunia kerja kesehatan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta semakin percaya diri dan siap menghadapi Uji Kompetensi Nasional, sehingga mampu mencapai hasil yang optimal dan meningkatkan persentase kelulusan pada periode mendatang.
“Try Out LPUK bukan hanya latihan mengerjakan soal, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun kesiapan mental, strategi pengerjaan ujian, dan kepercayaan diri peserta dalam menghadapi uji kompetensi yang sesungguhnya.”
